Politeknik ATI Makassar Latih Pembudidaya Rumput Laut di Bantaeng Olah Panen Jadi Produk Bernilai Tambah

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Selasa, 30 Juni 2026 | 02:20:01 WIB
Politeknik ATI Makassar membina pembudidaya rumput laut di Bantaeng untuk menghasilkan produk bernilai tambah.

BANTAENG — Puluhan pembudidaya rumput laut di Kelurahan Lembang, Kabupaten Bantaeng, kini mendapat pendampingan intensif dari Politeknik ATI Makassar. Program ini dirancang untuk mengubah kebiasaan lama menjual hasil panen sebagai bahan baku mentah menjadi produk olahan yang lebih bernilai ekonomi.

Inovasi Pascapanen untuk Mata Pencaharian Berkelanjutan

Program bertajuk "Inovasi Pascapanen Rumput Laut untuk Mata Pencaharian Berkelanjutan Masyarakat Pesisir Desa Lembang dan Desa Lamalaka" ini didanai oleh hibah Tropical Forest and Coral Reef Conservation Act (TFCCA). Skema kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat ini fokus pada konservasi ekosistem pesisir melalui pemberdayaan masyarakat.

Ketua Tim TFCCA Politeknik ATI Makassar, Dr. Sariwahyuni, menegaskan bahwa intervensi ini tidak hanya menyangkut teknis produksi. "Masyarakat diharapkan tidak hanya menjual rumput laut sebagai bahan baku, tetapi mampu menghasilkan produk bernilai tambah yang meningkatkan pendapatan tanpa menambah tekanan terhadap ekosistem pesisir," ujarnya saat sosialisasi program di Kelurahan Lembang, Jumat (26/6).

Dari Greenhouse IoT hingga Pupuk Organik Cair

Pendampingan dilakukan secara bertahap dan terstruktur. Tim dosen memulainya dengan penyusunan data dasar kondisi kelompok budidaya setempat. Tahap berikutnya, mereka membangun greenhouse pengering rumput laut berbasis Internet of Things (IoT) dan menyediakan unit ekstraksi karagenan skala komunitas.

Tidak hanya itu, limbah olahan rumput laut juga dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair (POC). Para pembudidaya juga dibekali penguatan kelembagaan kelompok, strategi pengembangan usaha, hingga pendampingan sertifikasi produk dan perluasan akses pasar.

Apresiasi dari Direktur: Kunci Kolaborasi Lintas Sektor

Direktur Politeknik ATI Makassar, Muhammad Basri, mengapresiasi pelaksanaan program ini sebagai wujud nyata pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, mitra konservasi, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam meningkatkan kesejahteraan warga pesisir.

"Kerja sama ini sekaligus menjaga kelestarian sumber daya laut agar tetap produktif dalam jangka panjang," kata Basri. Program ini pun mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Bantaeng.

Model Pemberdayaan yang Bisa Direplikasi

Keberhasilan program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat pesisir yang bisa diterapkan di daerah sentra rumput laut lainnya di Indonesia. Dengan pendekatan yang menyentuh hulu ke hilir, para pembudidaya tidak hanya menjadi petani, tetapi juga pengusaha olahan hasil laut.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: makassar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top