SULAWESI SELATAN — Hyundai Palisade 2021 yang dibanderol sekitar Rp 700 jutaan saat baru kini hanya bernisa Rp 380-400 jutaan di pasar mobil bekas. Angka ini berdasarkan data pasar yang dihimpun dari berbagai sumber jual-beli kendaraan di Indonesia. Penurunan ini setara dengan hilangnya lebih dari Rp 300 juta dalam waktu setengah dekade.
Palisade generasi pertama yang diluncurkan di Indonesia pada 2020-2021 memang dibekali mesin 3.8 V6 291 hp dan transmisi otomatis 8-percepatan. Kabinnya mampu memuat hingga delapan penumpang dengan konfigurasi tiga baris. Tapi fitur sekelas itu tak menjamin nilai jual tetap tinggi.
Faktor utama depresasi besar adalah persaingan ketat di segmen SUV medium-premium. Munculnya rival seperti Toyota Fortuner, Mitsubishi Pajero Sport, dan Honda CR-V generasi baru membuat Palisade kalah pamor di pasar sekunder. Apalagi biaya perawatan mesin V6 dan konsumsi bensin yang boros jadi pertimbangan calon pembeli bekas.
Data menunjukkan Palisade 2021 adalah varian yang paling tajam turun nilainya. Sementara model 2023 yang sudah mendapat penyegaran mengalami depresiasi lebih landai, sekitar 30-35 persen. Ini karena facelift 2023 membawa perubahan desain dan fitur yang lebih segar, sehingga lebih diminati pasar mobil bekas.
Buat pemilik Palisade 2021 yang ingin menjual, waktu terbaik sebenarnya sudah lewat. Lonjakan harga mobil bekas pasca-pandemi sempat terjadi di 2022-2023, tapi kini pasar sudah kembali normal. Harga jual sekarang cenderung stagnan bahkan terus menurun perlahan.
Dengan harga Rp 380-400 jutaan, Palisade 2021 menawarkan nilai lebih dibanding Fortuner atau Pajero Sport bekas di rentang harga sama. Kabin lebih luas, fitur lebih lengkap, dan kenyamanan berkendara lebih baik. Tapi ongkos operasionalnya jelas lebih tinggi, terutama konsumsi BBM yang bisa tembus 7-8 km/liter di dalam kota.
Buat yang mencari kendaraan keluarga dengan budget terbatas, Palisade bekas layak dipertimbangkan. Asalkan siap dengan biaya servis berkala yang lebih mahal dari SUV Jepang pada umumnya. Pilihan lain di harga serupa adalah Mazda CX-9 bekas yang juga pakai mesin besar, atau Hyundai Santa Fe generasi sebelumnya.
Kesimpulannya, depresiasi Palisade 2021 jadi pelajaran penting: mobil premium dengan mesin besar tetap anjlok nilainya meski fitur dan kenyamanan di atas rata-rata. Pasar Indonesia masih sangat menghargai efisiensi dan biaya perawatan rendah ketimbang kemewahan semata.