MAKASSAR — Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Sulsel memulai pekerjaan rehabilitasi Daerah Irigasi Lengkong Pini Paket 4 di Kabupaten Luwu. Proyek ini mencakup penanganan saluran sepanjang 11.881 meter yang meliputi perbaikan dua unit bendung dan sebelas unit bangunan irigasi.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Sulsel Astina Abbas menyatakan bahwa proyek ini merupakan bagian dari program paket rehabilitasi irigasi yang tersebar di lima kabupaten dengan delapan daerah irigasi. Ia berharap setelah selesai, layanan irigasi bisa meningkat drastis dari kondisi saat ini yang hanya 52,8 persen.
Nilai anggaran yang digelontorkan Pemprov Sulsel untuk Paket 4 di Kabupaten Luwu mencapai Rp17,89 miliar. Pekerjaan utama meliputi rehabilitasi saluran irigasi sepanjang hampir 12 kilometer serta perbaikan bendung dan bangunan irigasi pendukung.
Astina Abbas juga menyampaikan bahwa masih ada sekitar 300 hektare lahan sawah di wilayah Makawa yang belum mendapatkan layanan irigasi. Menurutnya, jika jaringan dapat diperpanjang melalui pembangunan saluran tambahan, potensi cakupan layanan bisa meningkat hingga sekitar 1.400 hektare.
Bupati Luwu Patahudding menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Sulsel atas perhatian yang diberikan kepada Kabupaten Luwu melalui pembangunan infrastruktur irigasi tersebut. Ia mengatakan masyarakat telah menantikan perbaikan jaringan irigasi yang selama bertahun-tahun mengalami kerusakan.
"Sudah hampir tujuh tahun sebagian masyarakat tidak dapat mengelola sawah secara maksimal akibat kondisi jaringan irigasi yang rusak. Mudah-mudahan setelah proyek ini selesai, sawah-sawah masyarakat kembali produktif," ujar Patahudding.
Rehabilitasi ini diharapkan mampu mendorong produktivitas pertanian di Kabupaten Luwu yang selama ini terhambat oleh buruknya infrastruktur pengairan. Dengan selesainya proyek ini, petani di sekitar Desa Sampeang dan wilayah sekitarnya bisa kembali mengoptimalkan lahan sawah mereka.