Test Drive Mercedes-AMG GT63 Pro 2025: V8 Bertenaga 603 DK, Ganas di Trek Tapi Lembut di Jalan Raya

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Kamis, 09 Juli 2026 | 04:12:31 WIB
Mercedes-AMG GT63 Pro 2025 hadir dengan mesin V8 bertenaga 603 DK dan sistem pendingin tambahan.

SULAWESI SELATAN — Mercedes-AMG GT63 Pro bukan sekadar versi lebih kencang dari GT63 biasa. Lewat pengujian langsung di rute pegunungan dan jalan lurus di sekitar Borrego Springs, California, mobil ini membuktikan bahwa DNA balap Mercedes dari Formula 1 bisa hidup berdampingan dengan kenyamanan khas mobil mewah Jerman. Yang menarik, karakter gandanya terasa sejak pertama kali menyentuh pedal gas.

Mesin V8 Bertenaga 603 DK dengan Pendingin Ekstra untuk Sirkuit

Jantung pacu GT63 Pro adalah mesin V8 4.0 liter yang sama dengan GT63 standar, tapi tenaganya dinaikkan 26 hp menjadi 603 hp dengan torsi 627 lb-ft (sekitar 850 Nm). Peningkatan ini dibantu oleh sistem pendingin tambahan untuk diferensial dan transfer case yang kini dilengkapi pendingin cairan, plus sirip di bawah mobil yang mengarahkan udara ke rem besar.

Semua varian GT63 sudah dibekali AMG Active Ride Control yang menghubungkan peredam adaptif di setiap sudut secara hidrolik, sehingga tak perlu anti-roll bar konvensional. Sistem all-wheel drive dan rear-wheel steering juga menjadi standar. Untuk Pro, rem karbon-keramik sudah termasuk dalam harga dasar tanpa opsi tambahan.

Akselerasi 0-100 Km/Jam dalam 2,6 Detik, Rem Pakem dari 112 Km/Jam

Hasil tes di lintasan menunjukkan angka yang impresif untuk mobil seberat 1.938 kg. Akselerasi 0-60 mph (0-97 km/jam) hanya 2,6 detik, dan seperempat mil ditempuh dalam 10,8 detik dengan kecepatan akhir 128 mph (206 km/jam). Grip lateral di skidpad mencapai 1,11 g berkat ban Michelin Pilot Sport Cup 2R yang bisa dipilih tanpa biaya tambahan.

Jarak pengereman dari 70 mph (112 km/jam) ke 0 hanya 137 kaki (41,7 meter). Namun, jurnalis penguji mencatat bahwa pedal rem terasa sedikit empuk di awal sebelum benar-benar mencengkeram. Meski begitu, dalam situasi panic stop, performanya tetap impresif.

Handling Tajam Tapi Nyaman: Keajaiban Suspensi Adaptif

Di jalan raya bergelombang dan tikungan sempit pegunungan, GT63 Pro menunjukkan sisi jinaknya. Suspensi adaptif bisa melunak drastis saat mobil tidak dihajar di tikungan. Jok kulit nappa dan microfiber (opsi Rp 30 jutaan) terasa empuk, dan satu-satunya yang kurang adalah kursi pijat.

Kabin yang rendah dan stiff memang masih terasa, tapi mobil ini tidak pernah terasa brutal saat dipakai santai. Suara V8 yang menderu di putaran atas berubah menjadi dengkur halus saat melaju pelan. Jendela dibuka, bau semak gurun masuk—momen di mana sisi "Mercedes"-nya paling terasa.

Kekurangan: Layar Besar Mengganggu, Setir Penuh Tombol Haptic

Interior GT63 Pro justru menjadi titik lemah. Layar sentral berukuran besar mendominasi kabin kecil dan mengalihkan perhatian dari kap panjang yang membentang di depan. Setir tebal dengan kontrol haptic membuat pengemudi kerap tidak sengaja mengganti pengaturan hanya dengan gerakan jempol. Terlalu banyak menu dan opsi penyesuaian yang harus diutak-atik.

Kursi belakang 2+2, meski gratis sebagai opsi, hanya cocok untuk situasi darurat. Lebih baik anggap GT63 Pro sebagai coupe dua kursi murni dengan bagasi tambahan di belakang.

Harga dan Ketersediaan: Mulai Rp 3,4 Miliar Sebelum Pajak

Harga dasar Mercedes-AMG GT63 Pro di Amerika Serikat adalah sekitar $216.910 (Rp 3,47 miliar dengan kurs Rp 16.000). Sebagian besar opsi pada unit tes bersifat kosmetik, seperti sabuk pengaman kuning ($300), serat karbon interior tambahan ($2.850), dan headliner microsuede ($1.600). Satu-satunya opsi fungsional yang direkomendasikan adalah front-axle lift seharga $1.800 untuk melewati polisi tidur.

Bagi penggemar di Indonesia, belum ada kepastian kapan model ini akan masuk. Namun, melihat tren AMG di pasar lokal, bukan tidak mungkin GT63 Pro akan hadir dalam jumlah terbatas dengan banderol tembus Rp 5-6 miliar setelah pajak.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: caranddriver.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top