SELAYAR — Total korban dalam insiden tenggelamnya KLM Nurul Salsa di perairan Kepulauan Selayar mencapai 71 orang. Dari jumlah tersebut, 46 orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, satu orang ditemukan meninggal dunia, dan 24 orang lainnya masih dalam pencarian hingga Kamis (16/7).
Kapal berangkat dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng, Selayar, pada Rabu (15/7) pukul 05.00 Wita. Mesin kapal mati di tengah perjalanan, tepatnya di perairan barat Pulau Polassi, sekitar 43 mil laut dari Pelabuhan Benteng.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyatakan terus berkoordinasi dengan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar Muhammad Arif Anwar. "Kami berkoordinasi dan telah kerahkan kapal bersama Basarnas Makassar. Mohon doanya agar penumpang dalam pencarian segera ditemukan dalam keadaan selamat," kata Andi Sudirman dalam keterangannya, Jumat (17/7/2026).
Pemprov Sulsel memberikan perhatian penuh terhadap proses pencarian. Sinergi antara pemerintah daerah dan Basarnas diharapkan dapat mempercepat evakuasi korban yang masih hilang.
Kondisi cuaca di lokasi kejadian tidak bersahabat. Gelombang laut mencapai sekitar 2,5 meter, membuat proses pencarian dan evakuasi berjalan lambat dan berisiko tinggi bagi personel di lapangan.
"Tim di lapangan akan terus bekerja secara maksimal dengan tetap mengutamakan keselamatan personel. Kami juga memohon doa dari masyarakat agar seluruh korban yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan," ujar Muhammad Arif Anwar.
Basarnas mengerahkan sejumlah unsur dalam operasi SAR gabungan. Tim Rescue Pos SAR Selayar, KN SAR Kamajaya 104, KRI Marlin, dan KM Harapan Kita GT 104 dikerahkan untuk menyisir perairan barat Pulau Polassi.
Pencarian juga dilakukan dari udara menggunakan Pesawat Boeing B737-200 milik TNI Angkatan Udara. Kombinasi pencarian jalur laut dan udara ini diharapkan bisa menjangkau area yang lebih luas dan mempercepat penemuan korban.