MAKASSAR — Rantai pasok program MBG di Sulsel telah melibatkan 1.665 penyuplai lokal, mulai dari penyedia bahan pangan hingga mitra pendukung lainnya. Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Kanwil DJPb Sulsel Angkaswantoro menyebut keterlibatan ini turut mendorong perputaran ekonomi di daerah serta memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Hingga Juni 2026, sebanyak 876 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah terbentuk dan beroperasi di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. Angkaswantoro menjelaskan, kehadiran ratusan SPPG ini memberikan dampak luas bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan.
"Untuk penerima manfaat program MBG di Sulsel itu sekitar 1,92 juta jiwa lebih dengan 876 SPPG yang telah terbentuk di 24 kabupaten dan kota," ujarnya di Makassar, Kamis.
Dari sisi penyerapan tenaga kerja, program MBG juga menciptakan peluang kerja yang cukup besar. Tercatat sebanyak 39.918 tenaga kerja terlibat secara langsung dalam operasional SPPG di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
Menurut Angkaswantoro, angka ini mencerminkan bahwa program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga berperan sebagai penggerak ekonomi dan pencipta lapangan kerja. Program ini menyasar ibu hamil serta baduta sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Angkaswantoro menegaskan, DJPb Sulawesi Selatan akan terus mendukung keberlanjutan dan penguatan program MBG melalui pengelolaan anggaran yang akuntabel dan tepat sasaran.
"Kita berharap, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan dapat terus terjaga agar manfaat program ini semakin dirasakan luas oleh masyarakat Sulawesi Selatan," ucapnya.