Siapkan Rp 52 Miliar untuk BPJS Warga, Pemkab Sidrap Kejar Tambahan Dokter Spesialis Anak demi Generasi Sehat

Penulis: Ramli Siregar  •  Minggu, 02 Agustus 2026 | 12:03:31 WIB
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menghadiri ramah tamah Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 di Wisma Labugis, Kelurahan Lakessi, Kecamatan Maritengngae, Sabtu malam (1/8/2026).

SIDRAP — Kabupaten Sidenreng Rappang tidak lagi hanya bertumpu pada produksi beras dan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB). Pemerintah daerah kini menambah satu prioritas besar: memastikan warganya sehat dan mampu mengelola seluruh potensi ekonomi yang ada.

Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak cukup diukur dari infrastruktur atau pertumbuhan ekonomi. Kekuatan utama, kata dia, justru terletak pada kualitas masyarakatnya.

Anggaran Rp 52 Miliar untuk Warga yang Belum Aktif BPJS

Salah satu langkah konkret yang diambil adalah memastikan seluruh warga memiliki akses layanan kesehatan. Pemerintah daerah menyiapkan dana sekitar Rp 52 miliar untuk menutup iuran kepesertaan BPJS Kesehatan masyarakat yang selama ini belum aktif.

“Kami ingin masyarakat tidak lagi khawatir berobat,” ujar Syaharuddin saat menghadiri ramah tamah Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 di Wisma Labugis, Kelurahan Lakessi, Kecamatan Maritengngae, Sabtu malam (1/8/2026).

Menurut dia, masih ada warga yang memilih menunda berobat karena terkendala biaya. Dengan skema pembiayaan ini, diharapkan tidak ada lagi warga Sidrap yang ragu memeriksakan kesehatannya.

Jumlah Dokter Spesialis Anak Masih Kurang

Selain persoalan biaya, Pemkab Sidrap juga menghadapi tantangan keterbatasan tenaga medis spesialis. Syaharuddin menyebut jumlah dokter spesialis anak di daerahnya masih sangat kurang dibanding kebutuhan.

“Saya sudah mengajukan penambahan dokter spesialis anak di Sidrap. Kami juga terus mendorong dokter-dokter untuk melanjutkan pendidikan spesialis karena jumlah dokter anak masih sangat kurang,” katanya.

Pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan rekrutmen dari luar, tetapi juga mendorong dokter-dokter muda asli Sidrap untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang spesialis.

Tiga Rumah Sakit Ditargetkan Naik Kelas

Perbaikan layanan kesehatan juga menyentuh sisi fasilitas. Saat ini Sidrap memiliki tiga rumah sakit dan 14 puskesmas. Syaharuddin menargetkan ketiga rumah sakit tersebut naik status dari tipe C menjadi tipe B selama masa kepemimpinannya.

“Rumah sakit membutuhkan penanganan yang serius. Sarana, fasilitas, dan pelayanannya harus terus ditingkatkan,” tegasnya.

IDAI: Angka Stunting di Sidrap Mulai Turun

Komitmen Pemkab Sidrap di sektor kesehatan mendapat apresiasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Ketua IDAI Cabang Sulawesi Selatan, dr. Idham Jaya Ganda, menilai daerah yang selama ini kuat di bidang pertanian mulai menunjukkan capaian baru, terutama dalam penurunan angka stunting.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, dokter, akademisi, dan masyarakat terus diperkuat agar layanan kesehatan anak semakin merata.

Mengapa Kesehatan Jadi Kunci Segitiga Emas Sidrap?

Sidrap selama ini dikenal memiliki tiga kekuatan besar: pertanian sebagai pemasok pangan utama Sulawesi Selatan, energi terbarukan melalui PLTB Sidrap yang menjadi ikon hijau Indonesia, serta sektor ekonomi produktif seperti peternakan ayam petelur, UMKM, dan perdagangan.

Namun seluruh potensi itu tidak akan bertahan tanpa sumber daya manusia yang kuat. Generasi yang sehat menjadi penentu apakah Sidrap mampu menjaga posisinya sebagai lumbung pangan sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru di masa depan.

Dengan tambahan anggaran BPJS, pengejaran dokter spesialis, dan target kenaikan kelas rumah sakit, Pemkab Sidrap sedang membangun fondasi yang tidak terlihat tetapi paling menentukan: kualitas manusianya.

Reporter: Ramli Siregar
Sumber: katasulsel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top