SULAWESI SELATAN — Cuaca panas ekstrem yang menyengat membuat pusat perbelanjaan dan kawasan tepi sungai di Seoul berubah fungsi menjadi tempat pelarian utama. Warga lokal dan turis asing terlihat memadati area teduh untuk melepaskan gerah, sekaligus mengikuti imbauan otoritas agar tidak berlama-lama terpapar sinar matahari langsung.
Badan meteorologi Korea Selatan mencatat suhu udara di ibu kota mencapai level tertinggi dalam beberapa dekade terakhir. Angka ini melampaui rekor sebelumnya dan memicu peringatan resmi dari pemerintah.
Dampaknya langsung terasa pada ritme kota. Pedagang kaki lima mengurangi jam buka, jadwal pertunjukan jalanan diundur, dan taman kota yang biasanya ramai justru sepi. Sebaliknya, mal-mal besar dengan pendingin ruangan menjadi titik kumpul baru.
Pola yang sama terlihat di Cheonggyecheon, sungai bersejarah yang membelah pusat kota Seoul. Area berjalan kaki di tepi air ini dipilih karena suhunya lebih rendah beberapa derajat dibanding jalan raya di atasnya.
Turis yang kebetulan sedang berlibur terpaksa mengubah itinerary. Kunjungan ke istana kuno atau distrik belanja outdoor diganti dengan aktivitas indoor seperti museum, akuarium, dan kafe bertema. Beberapa agen perjalanan lokal juga mulai menawarkan tur malam hari untuk menghindari panas puncak.
Otoritas kesehatan setempat terus mengingatkan bahaya heatstroke. Mereka menyarankan penggunaan topi, payung, dan konsumsi air mineral secara berkala bagi siapa pun yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan.
Bagi traveler Indonesia yang tetap ingin berkunjung, ada beberapa langkah adaptasi yang perlu disiapkan. Pertama, mulai aktivitas wisata sejak pagi buta atau setelah matahari terbenam. Kedua, prioritaskan destinasi dalam ruangan yang memiliki sistem pendingin udara baik.
Ketiga, selalu bawa botol minum isi ulang. Banyak stasiun kereta dan pusat perbelanjaan di Seoul menyediakan water station gratis. Keempat, kenali gejala heat exhaustion seperti pusing, mual, dan keringat berlebih—jika muncul, segera cari tempat teduh atau ruang ber-AC.
Untuk informasi cuaca terkini dan peringatan panas resmi, wisatawan dapat memantau akun media sosial Badan Meteorologi Korea (KMA) atau bertanya langsung di lobi hotel. Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga beberapa pekan ke depan, jadi pantau terus prakiraan cuaca sebelum menyusun rencana harian.
Durasi ideal berkunjung ke Seoul saat gelombang panas adalah tiga hingga empat hari dengan jeda istirahat panjang di siang hari. Kombinasi antara eksplorasi pagi hari, istirahat di mal saat siang, dan jalan-jalan santai di malam hari akan membuat liburan tetap nyaman tanpa mengorbankan pengalaman menjelajahi kota.