Honda Ridgeline 2021 Kehilangan Nilai Jual Rp 200 Juta Lebih dalam Lima Tahun, Ini Rinciannya

Penulis: Pandu Wibisono  •  Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:31:31 WIB
Honda Ridgeline 2021 terpajang di area pameran kendaraan bekas.

SULAWESI SELATAN — Honda Ridgeline memang bukan model yang laris di pasar global, tetapi punya basis penggemar yang setia karena mengusung konsep unibody yang jarang dimiliki pikap lain. Bagi konsumen Indonesia yang mengincar unit bekas, memahami pola depresiasi model 2021 menjadi langkah awal yang krusial sebelum memutuskan membeli.

Skema Depresiasi Honda Ridgeline 2021

Berdasarkan data pasar kendaraan bekas di Amerika Serikat, nilai jual kembali Honda Ridgeline 2021 mengalami penurunan signifikan. Harga rata-rata unit keluaran 2021 yang semula berada di kisaran USD 38.000 (sekitar Rp 608 juta) kini berada di level USD 25.000 (sekitar Rp 400 juta).

Artinya, dalam kurun waktu lima tahun, pikap ini kehilangan hampir 35 persen dari harga awalnya. Angka ini terbilang wajar untuk segmen truk, tetapi lebih rendah dibandingkan kompetitor seperti Toyota Tacoma yang cenderung lebih tahan nilainya.

Faktor yang Memengaruhi Anjloknya Nilai Ridgeline

Beberapa hal menjadi penyebab depresiasi ini lebih cepat dari rata-rata. Pertama, posisi Ridgeline sebagai produk niche di pasar yang didominasi body-on-frame seperti Ford Ranger dan Chevrolet Colorado. Kedua, perubahan desain yang tidak terlalu agresif membuatnya kurang menarik di mata pembeli generasi baru.

Meski begitu, Ridgeline 2021 tetap punya keunggulan yang tidak dimiliki kompetitor. Kabinnya senyap, berkendara nyaman, dan punya bak dengan kompartemen penyimpanan rahasia di bawah lantai. Fitur seperti trunk bed yang dapat dikunci ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengguna yang butuh keamanan ekstra untuk barang bawaan.

Konsekuensi untuk Konsumen Indonesia

Bagi pembeli di Indonesia, depresiasi ini bisa menjadi peluang. Unit Honda Ridgeline 2021 yang masuk sebagai kendaraan impor bekas bisa ditawar dengan harga lebih rendah dari ekspektasi awal. Namun, perlu diingat bahwa biaya perawatan dan ketersediaan suku cadang tetap menjadi pertimbangan utama.

Ridgeline menggunakan mesin V6 3.5 liter VTEC yang bertenaga, tetapi konsumsi bahan bakarnya tidak seirit pikap diesel yang umum beredar di pasar lokal. Pemilik juga harus siap dengan pajak progresif yang lebih tinggi karena kapasitas mesinnya yang besar.

Alternatif dan Pertimbangan Sebelum Membeli

Jika budget terbatas, calon pembeli bisa melihat opsi lain seperti Toyota Hilux atau Mitsubishi L200 yang lebih mudah perawatannya di Indonesia. Namun, jika prioritas utama adalah kenyamanan berkendara ala SUV dengan kemampuan angkut, Ridgeline 2021 tetap menjadi pilihan menarik.

Sebelum membeli unit bekas, pastikan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh pada sistem transmisi otomatis 9-percepatan dan kondisi suspensi belakang. Riwayat servis yang jelas menjadi nilai tambah yang bisa menekan risiko perbaikan mahal di kemudian hari.

Reporter: Pandu Wibisono
Sumber: jalopnik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top