MAKASSAR — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi kabut di sejumlah wilayah pegunungan Sulawesi Selatan pada Kamis pagi. Kondisi ini berpotensi mengganggu visibilitas pengendara, terutama di jalur-jalur menanjak yang kerap dilintasi kendaraan logistik dan bus antarkota.
Secara umum, cuaca di 24 kabupaten/kota se-Sulsel diprakirakan cerah hingga cerah berawan. Namun, BMKG menekankan bahwa perubahan cuaca skala lokal tetap bisa terjadi sewaktu-waktu di tengah musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Niño.
Kabut pagi hari diprakirakan menyelimuti kawasan dengan elevasi tinggi. BMKG secara spesifik menyebutkan Tana Toraja, Toraja Utara, Enrekang, dan sebagian wilayah Luwu Raya sebagai titik yang perlu diwaspadai.
Dengan suhu minimum mencapai 13 derajat Celsius, kabupaten-kabupaten di dataran tinggi ini menjadi wilayah terdingin di Sulsel pada Kamis besok. Sementara itu, kawasan pesisir seperti Makassar dan Parepare diprakirakan berada di kisaran 24 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembapan udara mencapai 95 persen.
Bagi nelayan dan operator kapal, BMKG memperkirakan tinggi gelombang di perairan Selat Makassar, Teluk Bone, dan Laut Flores berada pada kategori rendah hingga sedang. Kondisi ini dinilai masih relatif aman untuk aktivitas pelayaran.
Kendati demikian, instansi tersebut mengingatkan agar awak kapal tetap memperbarui informasi cuaca sebelum berlayar. Kecepatan angin yang bertiup dari arah timur hingga tenggara diprediksi berada pada level ringan hingga sedang, namun bisa meningkat sewaktu-waktu.
BMKG meminta masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari untuk menjaga kondisi tubuh. Suhu yang cenderung panas dengan paparan sinar matahari langsung berisiko menyebabkan dehidrasi.
Adapun daftar lengkap 24 kabupaten/kota yang diprakirakan cerah hingga cerah berawan meliputi Makassar, Parepare, Palopo, Gowa, Maros, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Sinjai, Bone, Soppeng, Wajo, Sidrap, Pinrang, Barru, Pangkep, Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Enrekang, Tana Toraja, Toraja Utara, dan Kepulauan Selayar.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau kanal informasi resmi karena kondisi atmosfer dapat berubah dengan cepat, terutama pada masa transisi menuju puncak musim kemarau.