PLN Gencar Sambungkan Listrik ke Wilayah Terpencil Kaltim-Kaltara, DPR Dorong Percepatan Elektrifikasi

Penulis: Ujang Rahmat  •  Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:45:01 WIB
Anggota Komisi XII DPR RI Syafruddin meninjau sinergi program elektrifikasi PLN bersama warga di wilayah terpencil Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

SULAWESI SELATAN — Sinergi antara PLN dan wakil rakyat ini bukan sekadar seremoni. Anggota Komisi XII DPR RI, Syafruddin, menegaskan bahwa listrik adalah fondasi utama untuk menaikkan taraf hidup masyarakat. Menurutnya, akses energi yang andal akan memicu pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas pendidikan, dan memperbaiki layanan kesehatan di daerah terpencil.

"Kami mendukung penuh berbagai program PLN dalam memperluas akses listrik kepada masyarakat, khususnya melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik dan Program Listrik Desa. Kehadiran listrik merupakan investasi sosial yang memberikan dampak luas bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Mengapa Percepatan Ini Mendesak?

Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara memiliki tantangan geografis yang tidak mudah. Kondisi medan yang berat dan jarak antarwilayah yang berjauhan membuat pembangunan infrastruktur kelistrikan menjadi pekerjaan rumah besar. General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, mengakui hal ini dan menyebut dukungan DPR menjadi motivasi untuk terus berinovasi.

PLN tidak hanya berfokus pada pembangunan jaringan baru. Perusahaan setrum pelat merah ini juga memperkuat keandalan distribusi yang sudah ada, mendigitalisasi layanan pelanggan, dan mempercepat elektrifikasi di titik-titik yang selama ini belum tersentuh.

Listrik Sebagai Penggerak Pembangunan

Bagi Chaliq, kehadiran listrik memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar penerangan. Ia menyebut energi ini sebagai katalis pembangunan yang membuka peluang usaha produktif bagi warga. Dengan pasokan listrik yang stabil, aktivitas ekonomi bisa berjalan lebih lama dan lebih variatif, mulai dari usaha kecil rumahan hingga industri pengolahan.

"Listrik bukan sekadar energi, tetapi menjadi penggerak pembangunan. Kehadirannya membuka peluang usaha produktif, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah terluar," kata Chaliq.

Program BPBL dan Lisdes sendiri merupakan instrumen pemerintah untuk mengejar rasio elektrifikasi. Melalui BPBL, masyarakat kurang mampu mendapatkan sambungan listrik baru secara gratis. Sementara Lisdes dirancang untuk menjangkau desa-desa yang belum teraliri listrik sama sekali.

Sinergi Menuju Ketahanan Energi

PLN UID Kaltimra optimistis dengan sinergi yang terjalin bersama DPR RI dan pemerintah daerah. Kolaborasi ini dinilai mampu mempercepat terwujudnya sistem kelistrikan yang lebih andal dan inklusif di wilayah timur Indonesia.

Komitmen ini sejalan dengan target nasional untuk memperkuat ketahanan energi. Dengan pemerataan akses listrik, diharapkan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara semakin merata, tidak hanya terkonsentrasi di kota-kota besar seperti Balikpapan atau Samarinda, tetapi juga menyentuh pelosok negeri.

Reporter: Ujang Rahmat
Sumber: katakaltim.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top