SULAWESI SELATAN — Ferrari Luce EV bukan sekadar kendaraan listrik baru. Model ini menandai pergeseran besar bagi pabrikan asal Italia itu, yang selama puluhan tahun identik dengan mesin V8 dan V12 bertenaga besar. Kini, untuk pertama kalinya dalam sejarah, Ferrari membuka babak elektrifikasi penuh lewat Luce — dan unit yang dilelang ini merupakan satu-satunya yang pernah dibuat.
Lelang ini digelar untuk tujuan amal, tetapi nilainya jauh melampaui sekadar donasi. Sebab, mobil yang ditawarkan bukan unit produksi massal. Ferrari Luce EV yang dilelang adalah prototipe final atau seri pertama yang keluar dari jalur perakitan, menjadikannya barang kolektor dengan nilai historis tinggi.
Luce EV hadir sebagai model baru yang berdiri di segmen sedan-crossover, sebuah kategori yang belum pernah diisi Ferrari sebelumnya. Posisinya berbeda dari Purosangue yang mengusung mesin V12 naturally aspirated. Luce justru mengandalkan motor listrik murni, menandakan arah baru pengembangan produk Ferrari untuk dekade berikutnya.
Dari sisi desain, Luce membawa bahasa styling yang lebih futuristik dibanding lini Ferrari saat ini. Proporsi body-nya memadukan garis atap ala fastback dengan ground clearance khas SUV, persis seperti tren grand tourer listrik yang mulai marak dari merek-merek Eropa.
Ferrari memang rutin melelang mobil-mobil khusus untuk kegiatan filantropi. Namun, Luce EV adalah kendaraan listrik pertama yang masuk dalam program tersebut. Sebelumnya, Ferrari lebih sering melelang model edisi terbatas seperti SP38 Deborah atau 499P Modificata.
Menariknya, penyelenggara lelang menyebut bahwa seluruh hasil penjualan akan disumbangkan untuk kegiatan sosial. Meski begitu, calon pemenang tetap harus melalui proses bidding yang kompetitif. Apalagi, unit ini memiliki keunikan yang tidak dimiliki Ferrari lain: odometer-nya masih nol kilometer.
Pihak Ferrari belum mengumumkan estimasi resmi harga lelang Luce EV. Namun, melihat jejak lelang amal Ferrari sebelumnya, angka yang wajar berada di kisaran jutaan dolar AS. Sebagai gambaran, Ferrari 499P Modificata yang dilelang pada 2023 lalu terjual dengan nilai sekitar Rp 70 miliar lebih.
Dengan statusnya sebagai satu-satunya unit di dunia, plus menjadi model listrik perdana, wajar jika Luce EV melampaui rekor lelang Ferrari sebelumnya. Kolektor global diprediksi akan bersaing ketat, terutama mereka yang ingin memiliki potongan sejarah elektrifikasi Maranello paling awal.
Bagi pasar Indonesia, kehadiran Luce EV memang belum masuk rencana distribusi resmi. Namun, para kolektor Tanah Air yang serius bisa saja ikut ambil bagian dalam lelang ini melalui skema bidding jarak jauh yang umum disediakan rumah lelang internasional.