Sulsel Raih 3 Penghargaan TPID dan TP2DD 2026, Bone Terbaik di Sulawesi

Penulis: Tedy Rustandi  •  Sabtu, 26 September 2026 | 09:32:01 WIB
Sulawesi Selatan meraih tiga penghargaan TPID dan TP2DD 2026 dalam rangkaian FEKDI x IFSE di Jakarta.

MAKASSAR — Penghargaan diserahkan dalam rangkaian FEKDI x IFSE 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center, 24–26 September 2026. Ajang itu digelar bersamaan dengan Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi serta Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah.

TPID Award dan Championship TP2DD diberikan sebagai bentuk apresiasi atas inovasi serta tata kelola pemerintah daerah. Sulawesi Selatan membawa pulang tiga penghargaan sekaligus dari dua kategori berbeda.

Strategi 4K dan Program SONGKO' BONE di Balik Capaian Bone

Kemenangan Bone ditopang penerapan strategi 4K: Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif. Strategi itu diperkuat program SONGKO' BONE yang menyatukan peningkatan produksi, distribusi, Gerakan Pangan Murah, Mini Distribution Centre, serta kerja sama antardaerah.

Data Bank Indonesia mencatat inflasi Watampone pada 2025 sebesar 2,81 persen secara tahunan. Angka itu lebih rendah dibanding inflasi Sulawesi Selatan 2,84 persen dan inflasi nasional 2,92 persen.

Makassar dan Barru Lengkapi Tiga Penghargaan Sulsel

Penghargaan TP2DD untuk Kota Makassar dinilai mencerminkan upaya pemerintah daerah mendorong efisiensi tata kelola, konektivitas antarpelaku ekonomi, dan pengambilan kebijakan berbasis data. Dari Kabupaten Barru, Andi Muhammad meraih kategori Best Knowledge Sharing dalam Katalis P2DD X DIGDAYA Wilayah Sulawesi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Rizki E. Wimanda mengatakan, BI Sulsel terus mendukung pemerintah daerah melalui High Level Meeting (HLM) TP2DD, asistensi, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

"Dukungan serupa diberikan dalam pengendalian inflasi melalui fungsi advisory dan sinergi bersama pemerintah daerah," ujarnya.

Fasilitasi Studi Tiru hingga Mini Distribution Centre

Sejumlah program pendampingan berjalan sepanjang tahun, mulai dari HLM TPID, fasilitasi studi tiru ke Nusa Tenggara Barat bersama 24 kabupaten/kota se-Sulsel, dukungan operasional Mini Distribution Centre, hingga workshop dan asistensi penyusunan laporan TPID.

Menurut BI Sulsel, penguatan koordinasi diperlukan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus mempercepat digitalisasi daerah. Ke depan, BI Sulsel akan melanjutkan kolaborasi bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk memperkuat stabilitas harga serta memperluas digitalisasi daerah.

Reporter: Tedy Rustandi
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top