9 Resep MPASI Bayi 9 Bulan saat Tumbuh Gigi, Lembut dan Praktis untuk Camilan

Penulis: Ujang Rahmat  •  Rabu, 30 September 2026 | 09:38:01 WIB
Bayi usia 9 bulan umumnya mulai aktif menggenggam makanan kecil saat fase tumbuh gigi.

SULAWESI SELATAN — Sebagian besar bayi mulai tumbuh gigi sekitar usia 6 bulan, dan puncaknya di usia 9 bulan gusi sering terasa nyeri saat makan. Ibu bisa menyiapkan sembilan resep MPASI lembut yang mudah dikunyah, dari mie kukus telur puyuh sampai puding kentang ayam, lengkap dengan bahan dan cara membuatnya.

Proses gigi menembus garis gusi membuat bayi tidak nyaman, sehingga tekstur makanan perlu disesuaikan. American Academy of Pediatrics mencatat gigi seri tengah bawah biasanya muncul lebih dulu, dan saat masuk usia 3 tahun anak bisa punya 20 gigi.

Karena itu, menu di usia 9 bulan sebaiknya lembut, mudah dihaluskan lidah dan gusi, serta cukup kecil untuk digenggam tangan. Berikut pilihan resep yang bisa Ibu coba di rumah.

1. Mie Kukus Telur Puyuh

Resep dari Buku Resep Makanan Lokal Kemenkes RI ini menghasilkan 3 porsi. Siapkan 85 gr mie instan batita atau mie keriting, 6 butir telur puyuh, 5 sdm wortel parut, 5 sdm keju parut, 1 batang bawang daun iris, minyak, bumbu mie secukupnya, dan 300 ml air.

Didihkan air, masukkan mie sampai lunak, lalu tambahkan wortel, bawang daun, keju, dan bumbu. Aduk rata. Masukkan 1 sdm adonan ke wadah tahan panas beroles minyak, tambahkan telur puyuh rebus, kukus 15 menit. Sajikan dengan 6 potong kecil pepaya.

2. Bubur Soto Ayam Santan

Untuk 3 porsi, siapkan 6 sdm nasi putih, 4,5 sdm daging ayam cincang, 1 buah tahu kecil, 3 sdm labu siam, 1,5 sdm wortel, daun salam, sereh, daun jeruk, 1 sdm minyak, 3 sdm santan, dan 300 ml air kaldu ayam. Haluskan bawang merah, bawang putih, kunyit, dan jahe.

Tumis bumbu halus sampai harum, masukkan ayam cincang hingga berubah warna. Tuang kaldu dan santan, tambahkan salam, sereh, daun jeruk, masak sampai mendidih. Masukkan nasi, tahu, labu siam, dan wortel, masak hingga empuk. Haluskan sesuai tekstur yang diinginkan, sajikan hangat dengan 3 buah jeruk peras.

3. Puding Telur Bebek

Resep dari buku 60 Resep MPASI BB Booster karya dr Anissa Florence, CIMI ini cukup untuk 2 porsi. Bahan yang dibutuhkan hanya 1 butir telur bebek, 50 ml air panas mendidih, 1 sdt minyak wijen, serta garam dan lada sesuai selera.

Kocok telur hingga rata, campur dengan air panas sambil terus diaduk, lalu saring untuk memisahkan buih. Pindahkan ke wadah tahan panas dan kukus di kukusan yang sudah dipanaskan. Buka sedikit tutup kukusan agar uap tidak menetes dan tekstur puding tetap halus. Sajikan hangat atau dingin sebagai camilan.

4. Puding Kentang Ayam dan Telur

Menu 3 porsi ini memakai 100 gr kentang kukus halus, 3 sdm ayam cincang, 1 butir telur puyuh, 1 buah tahu kecil potong dadu, 1,5 sdm wortel parut, 1 sdm labu kuning, 15 ml santan, sereh, daun salam, 1 sdm minyak, dan 50 ml air kaldu ayam. Haluskan 2 siung bawang merah dan 2 siung bawang putih.

Campur kentang halus dengan ayam, telur, tahu, wortel, labu, santan, dan bumbu halus. Tuang kaldu sedikit demi sedikit sambil diaduk. Kukus hingga matang, lalu sajikan dengan 2 buah jeruk sebagai pelengkap.

Kapan Perlu ke Dokter

Bayi yang menolak makan total lebih dari sehari, demam tinggi, atau gusinya bengkak dan berdarah sebaiknya diperiksa dokter. Begitu juga jika muncul ruam luas atau diare berkepanjangan selama masa tumbuh gigi.

Yang Perlu Diperhatikan saat Memberi MPASI

Di usia 9 bulan, sebagian besar bayi sudah bisa menggenggam makanan kecil alias finger food. Perhatikan konsistensi: makanan lembut yang mudah dihaluskan lidah, langit-langit mulut, dan gusi paling aman di tahap ini.

Selalu awasi anak saat makan untuk mencegah tersedak, dan hindari menambahkan garam atau gula berlebih. Variasi bahan seperti ayam, tahu, sayur, dan buah membantu memenuhi kebutuhan gizi harian.

Sembilan resep di atas bisa jadi stok camilan bergizi selama fase tumbuh gigi. Pilih bahan yang ada di dapur, sesuaikan tekstur dengan kemampuan anak, dan konsultasikan ke dokter bila muncul tanda yang mengkhawatirkan.

Reporter: Ujang Rahmat
Sumber: haibunda.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top