SULAWESI SELATAN — Kia dan Hyundai mencatat rekor penjualan kuartal ketiga 2026, tapi hampir semua model listrik di bawah naungan mereka justru anjlok puluhan persen. Sementara Ram 1500 melonjak 73 persen, Chevrolet Equinox EV ambruk 92 persen — peta penjualan otomotif AS kini terbelah tajam antara SUV bensin dan EV.
Data penjualan kuartal ketiga 2026 di pasar otomotif Amerika Serikat sudah lengkap. Angka-angka yang muncul memperlihatkan pola yang jarang terjadi: merek dengan portofolio SUV dan pikap bensin tumbuh sehat, sementara lini kendaraan listrik di bawah bendera yang sama justru kehilangan pembeli dalam jumlah besar. Artikel ini merangkum pemenang dan pecundang berdasarkan laporan penjualan yang dihimpun Car and Driver.
Kia membukukan 236.659 unit sepanjang Q3 2026, naik 8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Ini menjadi rekor kuartal ketiga tertinggi bagi merek asal Korea Selatan tersebut.
Pendorong utamanya adalah lini SUV. Seltos generasi baru mencatat 25.703 unit, melesat 70 persen year-over-year. Sorento naik 21 persen, Telluride 18 persen, dan Sportage 8 persen. Minivan Carnival ikut menyumbang dengan kenaikan 19 persen.
Menariknya, lini sedan Kia juga tidak ketinggalan. K4 tumbuh 17 persen dan K5 naik 13 persen — sinyal bahwa permintaan sedan kompak masih hidup di tengah dominasi SUV.
Hyundai mencatat rekor Q3 dengan pertumbuhan 3 persen year-over-year. Tucson menjadi kontributor terbesar: 64.075 unit, naik 23 persen.
Lini sedan Hyundai justru mencatat lonjakan lebih agresif. Elantra naik 18 persen, sementara Sonata melonjak 34 persen di kuartal ketiga. Kombinasi SUV dan sedan ini menopang keseluruhan kinerja merek.
Ram 1500 versi light-duty mencatat 76.650 unit di Q3, melonjak 73 persen dibanding tahun lalu. Sepanjang tahun berjalan, pikap ini sudah terjual 202.147 unit atau naik 41 persen.
Chevrolet Corvette juga tampil cemerlang dengan 6.585 unit di Q3, naik 29 persen. Total sepanjang tahun menembus 20.000 unit, naik 13 persen. Corvette menjadi satu-satunya titik terang di lini Chevrolet yang secara keseluruhan turun 5 persen di Q3 dan 6 persen year-to-date.
BMW 3-Series menutup siklus generasinya dengan baik: 11.256 unit di Q3, naik 46 persen. Sepanjang tahun hampir menyentuh 30.000 unit atau naik 37 persen, menjadikannya model terlaris ketiga BMW di 2026.
Cadillac mencatat penurunan 30 persen di Q3 dan 25 persen year-to-date. Hampir seluruh lini EV-nya terpukul: Lyriq turun 51 persen, Vistiq 34 persen, Escalade IQ 29 persen, dan Optiq 7 persen.
Penghentian produksi XT6 memperparah angka keseluruhan. Bahkan Escalade versi bensin pun tidak selamat, turun 15 persen di kuartal ketiga.
Di balik rekor penjualan Hyundai dan Kia secara keseluruhan, lini kendaraan listrik mereka justru mengalami penurunan drastis.
Angka-angka ini menunjukkan bahwa pembeli Hyundai-Kia masih setia pada model bensin dan hybrid, tapi belum mau beralih ke EV.
Ford secara keseluruhan turun 6 persen di Q3 dengan 490.276 unit, dan turun 8 persen sepanjang tahun. F-150 turun 2 persen, sementara penghentian Escape membuat model itu anjlok 75 persen year-to-date menjadi hanya 28.826 unit.
Mustang Mach-E, satu-satunya EV Ford saat ini, turun 72 persen di Q3 menjadi 5.574 unit dan turun 59 persen year-to-date.
Chevrolet EV mencatat penurunan paling brutal:
Jeep mencatat penurunan 20 persen di Q3 dan 8 persen year-to-date. Compass anjlok 62 persen, Grand Cherokee dan Grand Wagoneer masing-masing turun 30 persen.
Yang paling mencolok: Jeep Wagoneer S versi listrik hanya terjual 146 unit di Q3, turun 96 persen. Angka ini menjadikannya salah satu model EV dengan kinerja penjualan terburuk di pasar.
Data ini berasal dari pasar Amerika Serikat dan tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi pasar Indonesia. Namun tren penurunan EV di AS patut dicermati, terutama karena beberapa merek yang disebut di sini juga aktif di Indonesia seperti Hyundai dan Kia.
Faktor seperti insentif EV yang berubah, harga baterai, dan infrastruktur charging menjadi variabel yang perlu dipantau di kuartal berikutnya. Apakah ini tren sementara atau pergeseran preferensi konsumen jangka panjang, jawabannya baru akan terlihat di Q4 2026.