MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah lewat peningkatan literasi dan inklusi keuangan. FIN Expo BIK 2026 mengusung tema "Akses Keuangan Merata, Ekonomi Berdaya, Masyarakat Sejahtera" dan menghadirkan kolaborasi OJK, Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK), Bank Indonesia, Lembaga Penjamin Simpanan, serta pemerintah daerah.
Fatmawati menilai akses keuangan yang inklusif berperan vital mengakselerasi ekonomi kerakyatan, terutama bagi pelaku UMKM. Ia berharap pameran ini memperkecil jarak antara tingkat inklusi dan literasi keuangan masyarakat.
"Inklusi keuangan memegang peran vital dalam mendorong ekonomi kerakyatan melalui penyediaan akses permodalan yang mudah dan aman. Oleh sebab itu, lewat FIN Expo ini, kita berharap mampu memperkecil gap antara tingkat inklusi dan literasi keuangan masyarakat," ujar Fatmawati.
Data OJK mencatat tingkat inklusi keuangan di Sulawesi Selatan sudah mencapai 94 persen. Namun tingkat literasi keuangan masyarakat masih berada di angka 61 persen.
Selisih sekitar 33 persen itu menunjukkan banyak warga sudah memakai layanan keuangan, tetapi belum sepenuhnya memahami produk yang mereka gunakan. Kondisi ini membuka celah masuknya produk ilegal.
"Mari kita kenali produk keuangan yang legal. Jangan sampai masyarakat kita terjebak produk ilegal yang merugikan dan membuat sengsara," tegas Fatmawati.
Kepala OJK Sulselbar sekaligus Ketua FKIJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, menyebut FIN Expo 2026 sebagai langkah nyata menutup gap literasi tersebut. TPAKD Sulawesi Selatan telah menggelar 198 kegiatan literasi keuangan sepanjang 2026 hingga triwulan II, menjangkau lebih dari 2,2 juta peserta dari kalangan pelajar, petani, UMKM, hingga penyandang disabilitas.
Pemprov dan OJK juga meluncurkan Program Hapus Ikatan Rentenir di Sulawesi (PHINISI). Program itu telah menyalurkan pembiayaan Rp1,18 triliun kepada 34.084 debitur.
Penyaluran kredit klasterisasi UMKM tercatat Rp644,46 miliar untuk 22.275 debitur. Di sektor digitalisasi, Sulawesi Selatan kini memiliki 1,5 juta merchant QRIS.
Program menabung pelajar (KEJAR/OSOA) menembus 2,18 juta rekening dengan total simpanan Rp412,38 miliar.
Ketua Panitia FIN Expo BIK 2026 sekaligus RCEO BRI Regional Office 15 Makassar, Riza Pahlevi, menargetkan 25.000 pengunjung menghadiri pameran. Sebanyak 28 tenant jasa keuangan hadir memberikan edukasi, konsultasi, dan pelayanan langsung kepada masyarakat.
Fatmawati juga mendorong industri perbankan dan lembaga keuangan lebih aktif mendekatkan layanan edukasi ke publik. Ia meminta jangkauan diperluas hingga pelosok desa, disertai inovasi produk yang mendukung ekonomi hijau.
FIN Expo BIK 2026 resmi dibuka secara simbolis melalui peletakan bola takraw di atas topi adat Pasappu. Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi beserta jajaran pimpinan BI, LPS, dan perbankan turut menyaksikan prosesi tersebut.