SULAWESI SELATAN — Lebih dari 200 orang jatuh sakit dan satu meninggal akibat wabah salmonella yang diduga berasal dari telur impor di Inggris. Bagi ibu hamil, infeksi bakteri ini bisa berdampak serius pada kesehatan diri dan janin. Berikut panduan lengkap mengenali risikonya dan cara aman mengolah telur di rumah.
Wabah salmonella yang melanda Inggris menjadi peringatan penting bagi ibu hamil di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Badan Keamanan Kesehatan Inggris mencatat lebih dari 200 kasus infeksi dengan satu korban meninggal, dan penyelidikan awal menunjukkan restoran yang terlibat membeli telur dari luar negeri.
Tes genetik memastikan semua infeksi berasal dari wabah yang sama. Pola ini juga ditemukan pada wabah sebelumnya yang melibatkan telur impor, sehingga otoritas kesehatan Inggris memperketat pengawasan terhadap produk telur yang masuk ke restoran dan kafe.
Salmonella adalah keluarga bakteri yang hidup di saluran pencernaan hewan, termasuk ayam. Karena itu, telur dan unggas menjadi sumber infeksi yang paling sering dikaitkan dengan bakteri ini.
Ibu hamil masuk kelompok rentan bersama anak di bawah lima tahun, lansia di atas 65 tahun, dan orang dengan riwayat kondisi kesehatan tertentu. Sistem imun yang bekerja lebih hati-hati selama kehamilan membuat tubuh lebih sulit melawan infeksi.
Food Standards Agency (FSA) merekomendasikan kelompok rentan menghindari produk yang mungkin mengandung telur mentah. Mayones, souffle, dan hidangan penutup berbahan telur mentah masuk daftar yang sebaiknya dihindari.
Kabar baiknya, telur yang dimasak hingga benar-benar matang aman dikonsumsi siapa pun, termasuk ibu hamil. FSA menegaskan telur yang diolah dengan baik di restoran, kafe, maupun tempat makan takeaway tidak menimbulkan risiko.
Penasihat ilmiah utama FSA, Ian Young, menekankan pentingnya memastikan telur dimasak dengan sangat baik, terutama bagi kelompok rentan.
"Jika orang makan di luar atau mengonsumsi telur atau produk yang mengandung telur dari kafe dan restoran, maka bagi mereka yang muda, lanjut usia, hamil, atau rentan, penting untuk memastikan bahwa telur atau produk telur yang dikonsumsi di lingkungan tersebut telah dimasak dengan sangat baik," ujarnya.
Ian menggambarkan wabah ini sebagai wabah yang sangat besar dan meningkat dengan cepat. Ia juga memastikan telur dari supermarket Inggris aman karena ayam yang dibudidayakan di sana divaksinasi terhadap strain salmonella umum.
Beberapa langkah sederhana bisa menekan risiko paparan salmonella dari telur di dapur rumah:
Gejala infeksi salmonella umumnya muncul 6 jam hingga 6 hari setelah mengonsumsi makanan terkontaminasi. Diare, kram perut, demam, dan mual adalah tanda yang paling sering dilaporkan.
Ibu hamil sebaiknya segera menghubungi dokter jika mengalami diare berkepanjangan, demam tinggi, muntah terus-menerus, atau tanda dehidrasi seperti pusing dan urine berwarna gelap. Penanganan cepat penting untuk mencegah komplikasi pada ibu dan janin.
Memilih telur dari sumber terpercaya dan memastikan semuanya matang sempurna adalah langkah kecil yang memberi perlindungan besar selama kehamilan. Jangan ragu bertanya ke pelayan restoran soal asal dan cara pengolahan telur sebelum menikmati hidangan favorit.