IHSG Naik 0,28% ke 6.210, FTSE Russell Jadi Pemicu Euforia Pasar

Penulis: Ramli Siregar  •  Rabu, 07 Oktober 2026 | 09:37:01 WIB
IHSG menguat 0,28% ke level 6.210 pada pembukaan perdagangan Rabu (7/10/2026).

SULAWESI SELATAN — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 17,48 poin atau 0,28% ke level 6.210 pada awal perdagangan Rabu (7/10/2026), melanjutkan tren positif tiga hari beruntun. Euforia pengumuman FTSE Russell menjadi katalis utama, sementara BRI Danareksa Sekuritas menilai rebound teknikal indeks semakin terkonfirmasi setelah bertahan di atas support 6.017.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 09:10 WIB, volume perdagangan tercatat 7,2 miliar saham dengan nilai transaksi Rp1,1 triliun. Frekuensi perdagangan mencapai 149.160 kali, dengan 280 saham menguat, 222 saham melemah, dan 218 saham stagnan.

Penguatan indeks terjadi setelah sebelumnya menguji area psikologis 6.000. Rebound semakin terkonfirmasi setelah IHSG berhasil bertahan di atas support 6.017 dan menembus resistance 6.140.

FTSE Russell dan Sentimen Global Dorong Penguatan

Euforia pengumuman FTSE Russell menjadi pemicu utama penguatan IHSG pada sesi pembukaan. Pengumuman ini memberikan sentimen positif bagi pelaku pasar yang menantikan katalis baru setelah indeks tertekan dalam beberapa pekan terakhir.

Sentimen eksternal juga turut mendukung. Pasar regional Asia bergerak mixed, sementara investor menantikan data ekonomi global yang akan dirilis pekan ini.

Proyeksi Teknikal: Target 6.240 Jika Resistance Tertembus

BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menyebut momentum penguatan masih perlu dijaga karena indikator MACD belum sepenuhnya berbalik bullish. Meski demikian, prospek jangka pendek masih positif jika level kunci mampu dipertahankan.

"Momentum masih perlu dijaga karena MACD belum sepenuhnya berbalik bullish. Jika mampu mempertahankan 6.140, maka IHSG berpeluang melanjutkan technical rebound menuju 6.240," papar riset BRIDS.

Sebaliknya, pelemahan kembali di bawah 6.140 berpotensi membawa Indeks masuk fase konsolidasi. Investor disarankan mencermati level support dan resistance tersebut untuk menentukan strategi trading jangka pendek.

Saham Penggerak dan Prospek Sesi Berikutnya

Dari 280 saham yang menguat, sektor perbankan dan energi diperkirakan menjadi motor penggerak utama. Namun BEI belum merilis data sektoral lengkap pada sesi pembukaan ini.

Nilai transaksi Rp1,1 triliun dalam 10 menit pertama menunjukkan likuiditas pasar yang cukup sehat. Frekuensi 149.160 kali mengindikasikan partisipasi investor ritel dan institusi yang aktif.

Untuk sesi berikutnya, pergerakan IHSG akan bergantung pada kemampuan bertahan di atas 6.140. Jika level tersebut bertahan, target 6.240 dalam beberapa sesi ke depan bukan hal yang mustahil. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan level tersebut akan membawa indeks kembali ke fase konsolidasi di kisaran 6.017-6.140.

Reporter: Ramli Siregar
Sumber: bloombergtechnoz.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top