MAKASSAR — Sayembara ini merupakan inisiatif Dinas Pariwisata Kota Makassar bersama ADGI Chapter Makassar, bagian dari program ADGI Hub. Tahun ini, penyelenggara mengubah alur seleksi: tidak semua orang bisa langsung mengirim karya. Calon peserta harus mengirimkan portofolio lebih dulu, lalu panitia memilih tiga hingga lima desainer atau tim untuk mengikuti proses kuratorial.
Bukan Sayembara Biasa: Portofolio Jadi Gerbang Pertama
Sekretaris ADGI Chapter Makassar, Andi Weri, menjelaskan perbedaan mendasar dengan sayembara pada umumnya. “Kalau sayembara pada umumnya, sembarang orang bisa mengirimkan desain. Kalau yang ini tidak, mereka mengirimkan portofolio dulu,” katanya.
Ia menambahkan, peserta yang lolos seleksi itulah yang nantinya masuk final dan melanjutkan proses perancangan hingga presentasi. “Yang lolos seleksi akan masuk final dan lanjut proses perancangan,” sambungnya.
Menurut Andi, cakupan pekerjaan perancangan identitas visual sangat luas, sehingga tidak ideal dikerjakan sendiri. Karena itu, peserta yang mendaftar sebagai tim minimal beranggotakan tiga orang. “Kalau tidak punya studio desain, boleh individu tetapi memanggil dua atau tiga orang timnya,” ungkapnya.
Syarat Peserta: Wajib Berdomisili Makassar dan Berpengalaman Dua Tahun
Open call yang dibuka sejak 27 Agustus ini mensyaratkan peserta memiliki KTP Makassar atau berdomisili di Kota Makassar. Peserta dari luar kota tetap boleh mendaftar selama bisa membuktikan domisilinya, misalnya lewat surat keterangan domisili.
Selain itu, calon peserta minimal punya pengalaman dua tahun sebagai profesional graphic designer dan memiliki portofolio yang menjadi bahan penilaian awal. Mahasiswa maupun mereka yang sudah tidak berkuliah tetap diperbolehkan mengikuti selama memenuhi persyaratan.
Seleksi hingga Presentasi di Depan Wali Kota
Pendaftaran sayembara akan ditutup 5 September 2026. Pengumuman peserta yang lolos seleksi dijadwalkan 6 September, disusul briefing awal pada 7 September untuk memberikan materi seputar budaya Makassar sebagai bekal pengembangan konsep.
Peserta terpilih kemudian menjalani proses kuratorial kurang lebih satu bulan. Hasil rancangan akan dipresentasikan di hadapan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Kepala Dinas Pariwisata pada 9 Oktober.
Tema Hari Jadi ke-419 Sudah Diajukan ke Wali Kota
Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Ahmad Hendra Hakamuddin, mengatakan tema Hari Jadi ke-419 telah diajukan kepada Wali Kota Munafri Arifuddin. “Untuk Tema, sudah kita ajukan ke Pak Wali. Nanti berdasarkan tema tersebut, itu nanti akan dijadikan logo,” ujarnya dalam audiensi di Balai Kota, Kamis (3/9/2026).
Hendra menegaskan, kolaborasi dengan ADGI membuat proses sayembara tidak sekadar kompetisi desain. Peserta melewati proses kuratorial sehingga konsep yang dihasilkan bisa