Pencarian

Film Memburu Pemangsa Tayang 24 September, Angkat Kasus Penculikan Anak

Selasa, 22 September 2026 • 17:09:31 WIB
Film Memburu Pemangsa Tayang 24 September, Angkat Kasus Penculikan Anak
Film Memburu Pemangsa resmi tayang di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026.

SULAWESI SELATAN — Film Memburu Pemangsa garapan Umay Shahab resmi tayang di bioskop Indonesia mulai Kamis (24/9/2026), memadukan horor, kriminal, dan aksi dalam satu cerita. Prilly Latuconsina dan Laura Basuki memimpin sebagai empat jurnalis yang berburu pembunuh berantai anak. Isu kekerasan terhadap anak diangkat sebagai medium edukasi bagi penonton.

Memburu Pemangsa membawa penonton ke dalam penyelidikan kelam yang melibatkan sekelompok jurnalis dan seorang polisi. Film ini tidak sekadar menghadirkan jumpscare, tetapi juga membangun ketegangan lewat misteri penculikan anak yang tak kunjung terpecahkan.

Sinopsis: Empat Jurnalis dan Seorang Polisi

Cerita dibuka dengan Cia (Prilly Latuconsina), Agnes (Laura Basuki), Brina (Taskya Namya), dan Anya (Yasamin Jasem) yang tengah kesulitan mencari bahan berita kriminal. Di sisi lain, Petra (Andri Mashadi), kakak Brina yang berprofesi sebagai polisi, sedang mengejar kasus anak hilang tanpa titik terang.

Brina akhirnya mengajak sang kakak bekerja sama. Satu per satu anak kecil menghilang secara tiba-tiba, dan saat ditemukan, jasad mereka kehilangan satu bagian tubuh. Pertanyaan besar pun muncul: apa motif di balik semua ini?

Agnes memiliki kemampuan indra keenam yang memungkinkannya melihat kejadian masa lampau. Dengan menyentuh barang-barang di sekitar korban, ia membantu memberikan petunjuk untuk memecahkan kasus.

Penculik yang Bersekutu dengan Iblis

Petunjuk yang terkumpul membawa mereka bertemu sang penculik, diperankan Teuku Rifnu Wikana. Sosok ini digambarkan sangat kuat dan sulit dikalahkan hanya dengan pukulan tangan maupun senjata. Penculik itu pun kabur dan jejaknya hilang.

Mereka tidak menyerah. Benang merah yang ditemukan mengungkap fakta mengejutkan: sang pemangsa bersekutu dengan iblis dalam setiap penculikan anak. Keponakan Cia, Pandu (Jordan Omar), yang turut menjadi korban, semakin memantik tekad mereka untuk menghabisi pemangsa tersebut.

Mereka bergerak ke tempat yang Agnes lihat dalam penglihatannya. Akankah satu polisi bersama empat jurnalis ini berhasil menangkap buronan yang sudah lama dicari?

Isu Sosial dengan Tone Horor dan Aksi

Film ini mengangkat isu kekerasan seksual terhadap anak, dikemas dengan tone horor dan aksi yang porsinya seimbang. Fokus cerita tetap terjaga tanpa kehilangan pesan yang ingin disampaikan. Penonton diajak ikut berpikir memecahkan misteri, meski pencariannya terasa ringan.

Pemilihan lokasi kejadian yang tampak nyata dan natural berhasil membangun ketegangan. Meski fokus karakter terbilang sedikit, porsi setiap tokoh cukup seimbang dengan peran penting masing-masing. Dialog dan aksi ditampilkan natural tanpa berlebihan.

Cocok untuk Edukasi Orang Tua dan Anak

Keberanian Umay Shahab mengangkat isu kekerasan terhadap anak patut diapresiasi. Ia mengolahnya dengan batasan yang wajar, didukung aspek visual dan audio yang natural. Film ini menjadi medium edukasi bagi orang tua dan anak untuk mengenali isu yang masih dianggap tabu namun bisa terjadi di sekitar mereka.

Memburu Pemangsa menambah daftar film Indonesia yang berani mengangkat isu sosial lewat kemasan genre, memperkuat tren horor kriminal di pasar lokal.

Follow www.sulsel24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks