Pencarian

BTN Kucurkan Rp 3 Triliun ke ID FOOD, Perkuat Rantai Pangan Nasional

Kamis, 01 Oktober 2026 • 14:38:01 WIB
BTN Kucurkan Rp 3 Triliun ke ID FOOD, Perkuat Rantai Pangan Nasional
Penandatanganan MoU pembiayaan Rp 3 triliun antara BTN dan ID FOOD di Jakarta, Kamis (1/10/2026).

SULAWESI SELATAN — BTN menandatangani nota kesepahaman dengan ID FOOD untuk fasilitas pembiayaan Rp 3 triliun, Kamis (1/10/2026), guna memperkuat modal kerja dan penyerapan komoditas pangan strategis. Kerja sama ini memperluas kemitraan kedua BUMN yang sudah berjalan sejak 2024, dengan akumulasi fasilitas BTN yang telah dimanfaatkan ID FOOD Group menembus Rp 5 triliun. Fasilitas baru ini menyasar beras, gula, minyak goreng, hingga digitalisasi transaksi dari hulu ke hilir.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk resmi menyalurkan fasilitas pembiayaan senilai Rp 3 triliun kepada BUMN Holding Pangan ID FOOD. Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dilakukan pimpinan kedua korporasi di Jakarta, Kamis (1/10/2026). Fasilitas ini disiapkan untuk kebutuhan modal kerja, penyerapan (offtake) komoditas pangan strategis, serta percepatan digitalisasi ekosistem ID FOOD Group dari hulu sampai hilir.

Langkah perluasan sinergi antar-BUMN ini menandai babak baru kemitraan yang sudah terbangun sejak 2024. Sebelumnya, BTN terlibat menyokong sejumlah lini bisnis ID FOOD Group, mulai dari Program Bantuan Pangan Stunting, pengadaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), hingga pembiayaan komoditas beras, gula, garam, benih padi, dan susu.

Akumulasi Pembiayaan BTN Capai Rp 5 Triliun

Hingga kini, total fasilitas pembiayaan BTN yang telah dimanfaatkan ID FOOD Group menembus kisaran Rp 5 triliun. Angka utilisasi itu dinilai membuktikan kemitraan kedua perusahaan berjalan konkret, bukan sekadar penandatanganan di atas kertas.

Direktur Utama ID FOOD, Ghimoyo, menyatakan dukungan pembiayaan dari BTN bakal memperbesar kapasitas perseroan dalam menyerap hasil panen dan mendistribusikannya ke pasar. Fasilitas ini menyasar komoditas utama seperti beras, gula, minyak goreng, dan bahan pangan strategis lainnya.

"Dukungan pembiayaan ini akan memperkuat kemampuan kami dalam menyerap, mengelola, dan mendistribusikan komoditas pangan strategis. Semakin kuat kemampuan offtake, semakin besar pula kapasitas ID FOOD untuk menghubungkan produksi dengan pasar secara lebih efektif," ujar Ghimoyo dalam pernyataan resminya, Kamis (1/10/2026).

Manfaat Menyasar Supplier hingga Pedagang Kecil

Lewat MoU terbaru, cakupan kerja sama diperluas hingga menyentuh pelaku di luar korporasi induk. Tidak hanya supplier dan vendor, manfaat juga menyasar distributor, buyer, kontraktor, pedagang, mitra usaha, hingga karyawan.

Di ranah internal, sekitar 1.600 karyawan dari anak perusahaan seperti RNI, PPI, BGR Logistik, dan Rajawali Nusindo telah memanfaatkan layanan payroll BTN. Digitalisasi juga merambah ke revitalisasi Kantin ID FOOD serta integrasi QRIS melalui ekosistem Bale by BTN.

Menurut Ghimoyo, integrasi transaksi dan digitalisasi penting untuk memangkas hambatan dan meningkatkan efisiensi rantai pasok. Ekosistem pangan melibatkan banyak pelaku, sehingga manfaat kerja sama harus dirasakan bukan hanya oleh korporasi.

"Ekosistem pangan melibatkan banyak pelaku. Karena itu, manfaat kerja sama ini harus dirasakan bukan hanya oleh korporasi, tetapi juga supplier, distributor, buyer, pedagang, dan mitra usaha melalui transaksi yang lebih cepat, mudah, dan efisien," tuturnya.

BTN Incar Jaringan Warung Pangan

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menyoroti peran strategis ID FOOD sebagai Holding BUMN Pangan. Kehadiran ID FOOD tidak terbatas pada lini produksi, tetapi juga sebagai penyerap hasil pertanian, peternakan, dan perikanan, sekaligus pengelola rantai distribusi. Peran itu dinilai menciptakan dampak berganda bagi petani, peternak, nelayan, pelaku UMKM, dan konsumen akhir.

Nixon menegaskan BTN berkomitmen tidak sekadar menjadi penyedia dana kredit. BTN bertransformasi menjadi mitra perbankan transaksional yang hadir dalam operasional harian ID FOOD, melalui layanan pengelolaan likuiditas, sistem pembayaran dan penagihan, hingga transaksi perdagangan.

Salah satu potensi besar yang dibidik BTN adalah pengembangan jaringan Warung Pangan. BTN siap memfasilitasi alur transaksi dari supplier ke distributor, hingga memberi dukungan pembiayaan bagi mitra pedagang kecil di dalamnya.

"BTN ingin terhubung dalam seluruh transaction flow ID FOOD. Dari supplier, distributor atau mitra, Warung Pangan, hingga konsumen. Kolaborasi ini bukan hanya soal financial value. Lebih dari itu, kami ingin ikut membangun rantai distribusi pangan yang semakin efficient, inclusive, dan connected," pungkas Nixon.

Kerja sama ini memperkuat posisi kedua BUMN dalam ekosistem pangan nasional. Bagi ID FOOD, fasilitas Rp 3 triliun menambah ruang gerak untuk menyerap panen petani dan menstabilkan pasokan. Bagi BTN, kemitraan ini menjadi pintu masuk memperluas layanan transaksional ke sektor riil, termasuk pedagang kecil di jaringan Warung Pangan.

Follow www.sulsel24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jakrev.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks