TAKALAR — Kunjungan kerja Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono di Kabupaten Takalar menjadi agenda untuk melihat pelaksanaan program pemenuhan gizi masyarakat secara langsung. SPPG Takalar Polongbangkeng Timur Timbuseng 3 dipilih sebagai lokasi peninjauan karena berperan sebagai unit pelaksana program di tingkat daerah.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman hadir mendampingi bersama Ketua DPRD Sulsel drg. A. Rachmatika Dewi. Turut serta Wakil Ketua DPRD Sulsel Dr. Yasir Machmud dan Anggota DPRD Sulsel dari Fraksi Gerindra, Drs. Marjono.
Peran SPPG dalam Program Pemenuhan Gizi Daerah
Rachmatika menilai keberadaan SPPG memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan program pemenuhan gizi di tengah masyarakat. Menurutnya, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah perlu terus diperkuat agar program berjalan tepat sasaran.
"Yang paling penting adalah bagaimana program ini dapat berjalan dengan baik, tepat sasaran dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah perlu terus diperkuat," kata Rachmatika.
Pelaksanaan program pemenuhan gizi, lanjutnya, membutuhkan dukungan berbagai pihak. Mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga seluruh unsur yang terlibat di lapangan.
DPRD Sulsel Beri Perhatian pada Program Pemenuhan Gizi
DPRD Sulsel menyatakan akan terus memberikan perhatian terhadap program-program yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Pemenuhan gizi masuk dalam daftar program yang diawasi pelaksanaannya.
"DPRD tentu akan terus memberikan perhatian terhadap program-program yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat, termasuk pemenuhan gizi. Kita berharap pelaksanaannya terus diperbaiki dan diperkuat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas," ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan melihat secara langsung kondisi dan aktivitas pelayanan di SPPG Takalar Polongbangkeng Timur Timbuseng 3. Kehadiran pimpinan dan anggota DPRD Sulsel menunjukkan perhatian legislatif terhadap pelaksanaan program pemenuhan gizi di Sulawesi Selatan.
Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci
Rachmatika menambahkan, sinergi lintas sektor menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan program pemenuhan gizi dapat berjalan secara optimal. Komunikasi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, dan pihak di lapangan dinilai perlu terus dijaga.
"Program seperti ini tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi dan komunikasi yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta pihak-pihak yang terlibat di lapangan," katanya.
Ia berharap keberadaan SPPG di berbagai daerah di Sulawesi Selatan dapat terus diperkuat, baik dari sisi pelayanan, koordinasi maupun ketepatan sasaran penerima manfaat.
"Harapan kita, pelayanan pemenuhan gizi semakin baik dan jangkauannya semakin luas. Yang terpenting, masyarakat yang menjadi sasaran program benar-benar mendapatkan manfaatnya," tuturnya.