MAKASSAR — Empat Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Sulawesi Selatan memulai tahun ajaran baru dengan menggelar MPLS serentak. Sebanyak 270 siswa diterima di masing-masing sekolah yang berlokasi di Kabupaten Barru, Sidrap, Tana Toraja, dan Bone, dengan rincian 90 siswa per jenjang SD, SMP, dan SMA.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sulawesi Selatan, Malik Faisal, menegaskan bahwa pelaksanaan MPLS menjadi penanda kesiapan sekolah untuk beroperasi penuh. "Kalau sudah melaksanakan MPLS artinya SRT tersebut sudah mampu melaksanakan proses pembelajaran dan memenuhi kebutuhan dasar bagi siswa untuk belajar dan tinggal di asrama," ujarnya.
Aktivitas di hari pertama MPLS difokuskan pada kebutuhan administratif dan logistik para siswa. Rangkaian kegiatan meliputi registrasi ulang, pemeriksaan kesehatan, pembagian perlengkapan siswa, hingga pengaturan akomodasi asrama.
Malik menekankan pentingnya pendampingan khusus bagi para siswa baru. Ia menyebut anak-anak yang masuk Sekolah Rakyat berasal dari keluarga pra sejahtera dan mengalami perubahan lingkungan yang signifikan.
"Mereka anak-anak Istimewa, setelah masuk SRT, mereka mendapatkan suasana dan lingkungan yang sangat berbeda dengan lingkungan rumahnya, sehingga petugas harus lebih baik dan sabar," kata Malik.
Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, yang hadir langsung dalam MPLS di daerahnya menyebut pemerintah tidak hanya fokus pada pendidikan anak. Program bedah rumah juga disiapkan untuk memperbaiki kualitas hunian orang tua siswa.
"Jadi selain anaknya diterima di Sekolah Rakyat, juga diperbaiki rumahnya lewat program bedah rumah. Jadi rumah juga dibenahi dan diperbaiki untuk menjadi rumah yang layak untuk mereka. Program ini tepat sasaran tentunya untuk mengurangi kemiskinan," ucap Ina.
Kehadiran Sekolah Rakyat dirancang sebagai instrumen intervensi kemiskinan antargenerasi. Dengan memberikan akses pendidikan dan fasilitas hidup gratis, pemerintah berharap anak-anak dari keluarga tidak mampu dapat meningkatkan kualitas hidup mereka.
Saat ini tercatat sembilan Sekolah Rakyat yang tersebar di sembilan daerah Sulawesi Selatan, yakni Kabupaten Sidrap, Soppeng, Wajo, Tana Toraja, Barru, Bone, Takalar, Sinjai, dan Kota Makassar.
Sebelumnya, MPLS Sekolah Rakyat juga telah digelar di Kota Makassar, Kabupaten Takalar, Soppeng, dan Sinjai. Dengan dimulainya MPLS di empat kabupaten ini, total delapan SRT telah resmi beroperasi untuk tahun ajaran 2026-2027.