Pencarian

100 Perempuan dari Srikandi PLN UID Sulselrabar Dibekali Kesiapsiagaan Bencana di Makassar

Selasa, 04 Agustus 2026 • 08:26:31 WIB
100 Perempuan dari Srikandi PLN UID Sulselrabar Dibekali Kesiapsiagaan Bencana di Makassar
Ratusan karyawati PLN mengikuti program Perempuan Tangguh Bencana di Makassar, Senin (17/2/2025).

MAKASSAR — Ratusan karyawati PLN di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) kini dibekali kemampuan khusus untuk menjadi garda terdepan dalam menghadapi situasi darurat. Mereka adalah para peserta program "Perempuan Tangguh Bencana" yang digagas oleh Srikandi PLN UID Sulselrabar.

Ketua Srikandi PLN UID Sulselrabar, Yuli Ashaniais Ramadani, menegaskan bahwa posisi perempuan dalam sebuah keluarga dan masyarakat sangat strategis saat bencana melanda. "Dalam setiap situasi bencana, perempuan memiliki peran yang sangat penting, baik sebagai ibu, pendidik pertama dalam keluarga, penggerak komunitas, maupun agen perubahan di tengah masyarakat," ujarnya di Makassar, Senin.

Bekal Praktik Langsung dari BPBD dan PMI

Pelatihan ini tidak hanya berisi teori. Para peserta mendapat pembekalan dan praktik langsung mengenai identifikasi bahaya serta penilaian risiko dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar. Materi tersebut mencakup cara melakukan Hazard Identification, Risk Assessment, and Control (HIRAC) di lingkungan sekitar.

Selain itu, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Makassar turut memberikan pelatihan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K). Keterampilan ini dinilai krusial untuk memberikan pertolongan cepat sebelum tim medis profesional tiba di lokasi kejadian.

Perempuan sebagai Kunci Ketahanan Keluarga

Yuli yang juga menjabat sebagai Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UID Sulselrabar menjelaskan, pelatihan ini dirancang agar ilmu yang didapat bisa langsung diterapkan. "Ketika perempuan memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam kesiapsiagaan bencana, ketahanan keluarga dan lingkungan juga akan semakin kuat," tambahnya.

Ia menekankan bahwa peserta diharapkan mampu mengambil tindakan tepat dan melindungi keluarga saat kondisi darurat terjadi. Program ini merupakan bagian dari kontribusi Srikandi PLN dalam mendukung pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.

Edukasi Kesehatan Kulit Pascabencana

Materi lain yang tak kalah penting adalah edukasi mengenai kesehatan kulit pascabencana yang disampaikan oleh dr Ghea Anisah. Hal ini menjadi perhatian khusus mengingat risiko infeksi kulit sering kali meningkat di pengungsian atau lingkungan yang terdampak banjir.

Peserta yang terlibat berasal dari Srikandi di unit wilayah kerja PLN UID Sulselrabar, perwakilan PLN UIP Sulawesi, PLN UIP3B Sulawesi, PLN ICON+, Divisi Hukum, Divisi Sistem Teknologi Informasi (STI), serta Divisi Human Capital Business Partner (HCBP). Kegiatan ini juga diikuti pengurus Persatuan Istri Karyawan dan Karyawati serta tenaga alih daya perempuan di lingkungan PLN UID Sulselrabar.

Melalui program ini, PLN turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals sekaligus memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance dalam aktivitas sosial perusahaan. "Mari bersama-sama mewujudkan perempuan yang tidak hanya berdaya, tetapi juga tangguh, peduli, dan mampu menjadi garda terdepan dalam membangun komunitas yang lebih siap menghadapi bencana," urai Yuli.

Follow www.sulsel24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: makassar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks