Pencarian

Dolar AS Melemah ke Rp 17.992, Rupiah Masih Tertekan di Zona Rp 17.900-an

Selasa, 07 Juli 2026 • 09:49:31 WIB
Dolar AS Melemah ke Rp 17.992, Rupiah Masih Tertekan di Zona Rp 17.900-an
Dolar AS melemah ke Rp 17.992, rupiah masih tertekan di zona Rp 17.900-an.

SULAWESI SELATAN — Tekanan terhadap rupiah belum sepenuhnya mereda meski indeks dolar AS (DXY) mulai kehilangan momentum di pasar global. Pagi ini, dolar AS melemah terhadap hampir seluruh mata uang utama Asia dan negara maju. Data Bloomberg menunjukkan pelemahan paling dalam terjadi terhadap pound sterling yang turun 0,4%, disusul euro yang melemah 0,2%, serta yen Jepang yang turun 0,17%.

Di kawasan Asia, dolar AS juga tak berkutik. Mata uang Negeri Paman Sam tercatat melemah 0,10% terhadap dolar Singapura dan 0,10% terhadap yuan China. Sementara terhadap dolar Australia, pelemahan tercatat lebih moderat di level 0,02%.

Mengapa Pelemahan Dolar Tak Cukup Angkat Rupiah

Pelemahan dolar AS pagi ini lebih banyak didorong oleh aksi ambil untung (profit taking) setelah penguatan tajam pekan lalu. Namun, rupiah gagal memanfaatkan momentum ini secara maksimal. Spread yield obligasi AS-Indonesia yang masih lebar serta kekhawatiran terhadap defisit transaksi berjalan menjadi beban struktural yang menahan laju penguatan rupiah.

Pelaku pasar masih menunggu sinyal dari bank sentral AS (The Fed) terkait arah suku bunga ke depan. Data tenaga kerja AS yang solid pekan lalu membuat ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed mundur ke kuartal IV-2026, menjaga permintaan dolar tetap tinggi dari investor global.

Apa Artinya bagi Investor dan Pelaku Bisnis

Bagi importir yang memiliki kewajiban dalam dolar AS, level Rp 17.900-an masih menjadi tekanan biaya. Perusahaan dengan utang valas perlu mencermati potensi volatilitas menjelang rilis data inflasi AS akhir pekan ini. Sementara bagi eksportir, pelemahan rupiah yang tertahan justru memberikan keuntungan kompetitif dibandingkan negara pesaing di Asia Tenggara.

Dari sisi pasar modal, pergerakan kurs yang stagnan di atas Rp 17.900 cenderung membuat investor asing wait and see. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan investor asing masih mencatatkan net sell tipis di pasar saham sejak awal pekan.

Bloomberg pagi ini juga mencatat pergerakan dolar AS terhadap yen Jepang di level 157,80, sementara euro bergerak di kisaran 1,0820 dolar AS. Pelemahan dolar yang terjadi secara serempak terhadap mata uang utama memberi ruang bagi Bank Indonesia (BI) untuk menjaga stabilitas rupiah tanpa intervensi agresif, setidaknya dalam jangka pendek.

Follow www.sulsel24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks