MAKASSAR — Kawasan Bumi Tamalanrea Permai (BTP) Blok AC Telkom, Kelurahan Barua, Kecamatan Biringkanaya, resmi menjadi lokasi perdana pembangunan Gerbang Moderasi Indonesia. Proyek ini tidak sekadar monumen fisik, melainkan pengingat harian bagi warga akan pentingnya nilai toleransi di tengah kehidupan multietnis dan multikeyakinan.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan makna strategis dari pemilihan lokasi di tengah permukiman. “Kehadiran monumen kebersamaan seperti ini jangan dilihat dari besar kecil tempatnya, tetapi dari dampaknya. Ketika dibangun di tengah permukiman, setiap orang yang melihatnya akan selalu diingatkan bahwa kita semua adalah satu,” ujarnya dalam sambutan.
Indeks Toleransi Makassar Melompat ke Peringkat 9 Nasional
Wali Kota Appi mengungkapkan bahwa capaian Kota Makassar dalam indeks toleransi mengalami peningkatan signifikan. Dari sebelumnya berada di peringkat ke-49, kini Makassar berhasil masuk dalam sembilan besar kota paling toleran di Indonesia.
“Alhamdulillah, sekarang Kota Makassar berada di peringkat sembilan. Ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak, termasuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), yang terus membangun komunikasi dan pendekatan di tengah masyarakat,” kata Appi.
BTP: Kampung Kecil dengan Masjid, Gereja, dan Pura Berdampingan
Appi menceritakan bahwa kawasan BTP merupakan contoh konkret kehidupan harmonis. Di area yang sama, berdiri masjid, gereja, dan pura yang digunakan oleh warga secara bergantian tanpa konflik. “Dan khususnya di daerah BTP ini, kami laporkan Pak Menteri, bahwa di sini pemukiman yang sangat multi-etnis. Di sini ada gerejanya, ada masjidnya, ada puranya,” urainya di hadapan Menteri Agama.
Pemerintah Kota Makassar berencana membangun gerbang serupa di sejumlah titik lain. Appi menyebut inisiatif ini akan diperkuat hingga tingkat RT dan RW agar semangat toleransi tumbuh dari unit masyarakat paling kecil.
Infrastruktur Jalan Menuju Lokasi Segera Dibetulkan
Appi memastikan pembangunan simbol moderasi tidak berdiri sendiri tanpa dukungan infrastruktur. Ia mengaku Dinas Pekerjaan Umum (PU) sudah turun melakukan survei untuk membenahi akses jalan menuju lokasi gerbang. “Saat ini tingkat kemantapan jalan Kota Makassar sudah berada di atas 97 persen dan akan terus kami tingkatkan,” ungkapnya.
Peletakan batu pertama turut dilakukan Rektor UIN Alauddin Makassar, Hamdan Juhannis, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Ali Yafid, CEO Founder Kabar Grup, Upi Asmaradhana, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, Muhammad.
Ikon Persatuan untuk Seluruh Indonesia Timur
Menteri Agama Nasaruddin Umar berharap Gerbang Moderasi Indonesia di Makassar menjadi ikon yang menginspirasi daerah lain. “Dan saya berharap monumen ini nanti menjadi kekuatan simbolik, ikonik di Kota Makassar, apalagi ini yang pertama. Kita akan saksikan di setiap kabupaten ada monumen-monumen seperti ini sebagai simbol pemersatu,” pungkasnya.