Pencarian

IHSG Ditutup Menguat 0,67% ke 5.912, Gemuk oleh Dana IPO Rp1,79 Triliun

Jumat, 10 Juli 2026 • 10:35:02 WIB
IHSG Ditutup Menguat 0,67% ke 5.912, Gemuk oleh Dana IPO Rp1,79 Triliun
IHSG menguat 0,67% ditopang dana IPO senilai Rp1,79 triliun dari enam perusahaan baru.

SULAWESI SELATAN — Pasar modal Indonesia kebanjiran likuiditas segar dari enam perusahaan yang mencatatkan saham perdananya. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, total dana hasil penawaran umum perdana (IPO) yang dihimpun mencapai Rp1,79 triliun. Lima dari enam saham anyar ini langsung menyentuh batas auto reject atas (ARA) pada hari pertama perdagangan.

Saham Sektor Bahan Baku dan Logistik Pimpin Kenaikan

Dari sisi sektoral, indeks IDX-IC menunjukkan pergerakan yang timpang. Sektor barang baku menjadi pemimpin penguatan dengan kenaikan 2,14%, disusul sektor transportasi-logistik yang naik 1,28% dan sektor industri sebesar 1,08%.

Di sisi lain, sektor kesehatan dan properti menjadi pemberat indeks. Keduanya sama-sama merosot 1,40%, menandakan investor mulai melakukan rotasi portofolio keluar dari saham defensif dan properti ke sektor siklikal yang lebih agresif.

Secara keseluruhan, dari 964 saham yang diperdagangkan, sebanyak 338 saham menguat, 296 saham melemah, dan 330 saham stagnan. Total nilai transaksi tercatat Rp12,07 triliun dengan volume 25,69 miliar lembar saham dari 2,226 juta kali transaksi.

Gejolak Timur Tengah dan Sinyal The Fed Bayangi Pasar Global

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, mengatakan ketahanan ekonomi domestik menjadi bantalan utama di tengah ketidakpastian global. "Proyeksi pertumbuhan stabil dari Asian Development Bank (ADB) yang memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 5,2% pada 2026-2027 mencerminkan target realistis di saat ekonomi global melambat," ujarnya.

Namun, risiko eksternal masih membayangi. Konflik Timur Tengah kembali memanas setelah militer Amerika Serikat mengonfirmasi serangan terhadap Iran. Hal ini memicu lonjakan harga minyak dunia dan kekhawatiran inflasi tinggi. Di sisi lain, risalah rapat The Fed menunjukkan perbedaan pandangan di antara pejabat bank sentral AS mengenai kenaikan suku bunga acuan.

"Pasar terus memperkirakan setidaknya satu kenaikan suku bunga The Fed pada akhir tahun," tambah Nico. Investor global kini menanti data klaim pengangguran mingguan dan data penjualan rumah AS untuk membaca arah kebijakan moneter ke depan.

Bursa Asia Variatif, Hong Kong Tertekan

Mayoritas bursa Asia ditutup menguat pada hari yang sama. Indeks Nikkei Tokyo melesat 1,55% ke 67.856,56, Shanghai menguat 1,65% ke 4.036,59, dan Strait Times Singapura naik 1,20% ke 5.433,88. Pengecualian terjadi di Hong Kong, di mana indeks Hang Seng justru melemah 0,70% ke posisi 24.030,18.

Investasi mengandung risiko.

Follow www.sulsel24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: merahputih.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks