MAKASSAR — Platform belanja daring milik Pemprov Sulsel, Bajubodo, selama ini baru dimanfaatkan optimal di lingkup pemerintah provinsi. Melalui Gerakan One Marketplace (GOM) Sulsel, pemerintah ingin mengajak seluruh perangkat daerah di 24 kabupaten/kota memakai platform yang sama untuk transaksi belanja langsung barang.
Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Provinsi Sulsel Irawan Dermayasamin Ibrahim menyebut inisiatif ini lahir karena potensi transaksi yang sudah berjalan cukup besar. Sepanjang 2025, nilai transaksi melalui Bajubodo tercatat Rp45,61 miliar.
Potensi Rp45,61 Miliar Bisa Tumbuh Jika Pemda Ikut Bergabung
Angka tersebut dinilai masih bisa meningkat signifikan apabila pemerintah kabupaten dan kota ikut memanfaatkan Bajubodo untuk kebutuhan belanja perangkat daerahnya. Saat ini, platform yang mulai efektif digunakan sejak 2023 itu baru ramai dipakai di lingkup Pemprov Sulsel.
"Jadi kita mengembangkan, bagaimana tidak hanya pada level provinsi, tapi juga digunakan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota. Gerakan bersama untuk optimalisasi pemanfaatan e-marketplace Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan atau kami singkat Gerakan One Marketplace Sulsel," ujar Irawan dalam keterangannya di Makassar, Kamis.
Mayoritas Penyedia Adalah UMKM Lokal Makassar
Sejak diinisiasi pada 2022, Bajubodo telah menayangkan 30.777 produk dari 1.046 penyedia. Sebagian besar di antaranya merupakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal yang berdomisili di Kota Makassar.
Melalui GOM Sulsel, produk-produk UMKM dari berbagai kabupaten/kota diharapkan ikut tayang dan bersaing di platform ini. Perluasan ini sekaligus menjadi alternatif belanja digital bagi perangkat daerah di luar Makassar yang selama ini mungkin masih mengandalkan proses konvensional.
Target Jangka Pendek hingga Panjang: Satu Kabupaten dan Satu Kota Jadi Percontohan
Proyek perubahan ini memiliki target bertahap. Dalam jangka pendek, skema pengembangan fungsi e-marketplace akan disusun dan diterapkan di satu kabupaten serta satu kota sebagai proyek percontohan.
Untuk jangka menengah, pemanfaatan Bajubodo ditargetkan menjadi wadah pemasaran produk lokal, termasuk produk UMKM, dengan jangkauan seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Adapun dalam jangka panjang, GOM Sulsel diarahkan untuk membangun ekosistem pasar digital yang menghubungkan pemerintah daerah dan UMKM lokal di seluruh Sulawesi Selatan. Pengembangan ini juga digadang-gadang mampu menggali potensi peningkatan pendapatan daerah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.