Pencarian

Kepala SMAN 5 Jeneponto Akui Pengawasan Dana BOS Makin Ketat, Usulan 2 Nama Calon Kepsek Tak Digubris Pemprov

Rabu, 05 Agustus 2026 • 00:19:01 WIB
Kepala SMAN 5 Jeneponto Akui Pengawasan Dana BOS Makin Ketat, Usulan 2 Nama Calon Kepsek Tak Digubris Pemprov
Pengawasan dana BOS oleh Inspektorat Provinsi dan BPKP disebut semakin ketat dan detail di sejumlah SMA di Sulawesi Selatan.

JENEPONTO — Ketatnya pemeriksaan keuangan sekolah oleh Inspektorat Provinsi dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) disebut menjadi momok baru bagi para kepala SMA di Sulawesi Selatan. Kondisi ini dinilai mempersempit ruang gerak pengelolaan anggaran operasional di tingkat sekolah.

H. Ali Said, Kepala UPT SMA Negeri 5 Jeneponto, mengakui tekanan pengawasan kini jauh berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ia menyebut banyak rekan sejawatnya yang justru memilih mengundurkan diri ketimbang menghadapi risiko pemeriksaan yang semakin ketat tersebut.

Rincian Pemeriksaan Bikin Kepala Sekolah Gerah

Ali Said menuturkan, proses audit yang dilakukan Inspektorat Provinsi dan BPKP terhadap pengelolaan dana BOS berlangsung sangat detail. Setiap pos anggaran diperiksa secara teliti, sebuah perubahan signifikan dari praktik pengawasan di masa lalu.

"Sekarang serba ketat dalam hal pengelolaan keuangan di sekolah. Pemeriksaan dari Inspektorat dan BPKP sangat detail, tidak seperti dulu lagi. Karena kondisi ini, banyak rekan sejawat yang memilih mengundurkan diri dari jabatan Kepala Sekolah," ujar Ali Said saat ditemui di sekolah yang berlokasi di Togo-Togo, Kecamatan Batang, Selasa (4/8/2026).

Meski dihadapkan pada situasi tersebut, Ali Said menegaskan dirinya tidak berniat mundur. Ia berkomitmen (kontu tojeng) menjalankan amanah yang diberikan pimpinan dan menjaga kepercayaan yang telah dipercayakan kepadanya.

Usulan Calon Kepsek dari Jeneponto Diabaikan

Di luar persoalan anggaran, Ali Said juga menyoroti sikap Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Dinas Pendidikan Sulsel. Ia menyayangkan dua nama guru yang diusulkannya untuk mengisi kekosongan jabatan kepala sekolah di sejumlah SMA di Jeneponto tidak diakomodasi.

Padahal, sejumlah sekolah di kabupaten tersebut saat ini masih dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt). Kekosongan jabatan definitif ini dinilai menghambat proses pengambilan keputusan dan pengembangan sekolah dalam jangka panjang.

Menurut Ali Said, ketidakakomodasian usulan tersebut menjadi persoalan tersendiri bagi kemajuan pendidikan di daerah. Ia berharap Dinas Pendidikan Sulsel dapat mempertimbangkan kembali calon-calon lokal yang telah memenuhi syarat untuk menduduki posisi kepala sekolah.

Follow www.sulsel24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: mediasulsel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks