JENEPONTO — Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Jeneponto angkat bicara soal video viral menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga mengandung ulat. Rachmat Sasmito menegaskan, berdasarkan investigasi di lapangan, temuan itu tidak berasal dari SPPG Jeneponto Batang 1.
Pernyataan itu disampaikan Rachmat saat dikonfirmasi pada Kamis, 6 Agustus 2026. Pihaknya telah melakukan pemantauan sejak sehari pasca-kejadian hingga hari ini.
Chicken Katsu Digoreng, Mustahil Ada Ulat Hidup
Rachmat menjelaskan, dalam video yang beredar, ulat terlihat dalam keadaan hidup dan bergerak. Hal ini dinilai janggal karena menu chicken katsu yang dimaksud diolah dengan cara digoreng.
“Kami lihat chicken katsu itu sudah diproses dengan benar, apalagi ulat itu dalam keadaan hidup dan bergerak. Sedangkan chicken katsu itu diolah dengan di goreng,” ujarnya.
Dari temuan ini, Dinas Ketahanan Pangan berkesimpulan sumber ulat tidak berasal dari proses pemasakan atau penggunaan pangan di SPPG Jeneponto Batang 1.
SOP Pengolahan Makanan Terpenuhi
Dalam investigasi tersebut, tim tidak hanya memeriksa bahan pangan. Rachmat menyebut seluruh aspek kebersihan dan fasilitas dapur ikut diawasi.
“Setelah kami melihat semua, baik itu sanitasinya, Ipal, semua peralatan hingga setiap ruangan pengolahan, SPPG Jeneponto Batang 1 termasuk SPPG yang sudah memenuhi SOP,” kata Rachmat.
Pengawasan di Seluruh SPPG Jeneponto Diperketat
Meski menyimpulkan SPPG Batang 1 bersih, Rachmat menegaskan pihaknya tidak akan berhenti pada satu titik saja. Pengawasan bakal diperluas ke semua SPPG yang tersebar di Kabupaten Jeneponto.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan kelayakan pangan dalam program MBG tetap terjaga. Pihaknya juga akan terus memantau perkembangan di media sosial agar isu serupa tidak menggoyahkan kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut.