MAKASSAR — Rapat koordinasi antara Pemerintah Kota Makassar dan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sulawesi Selatan menghasilkan komitmen untuk memperkuat tata kelola aset daerah. Forum yang dipimpin langsung Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, H.M. Jusuf Kalla (JK), itu berlangsung di Kantor KADIN Sulsel, Selasa (4/8/2026).
Pembahasan utama menyangkut sinergi pemerintah daerah dan dunia usaha dalam mendukung pembangunan, penataan kawasan, serta pengelolaan aset. Kepala Dinas Pertanahan Kota Makassar, Dra. Hj. Sri Sulsilawati, M.Si., hadir mewakili unsur teknis pemkot.
Peninjauan Lapangan Libatkan Tiga OPD Teknis
Usai rapat, agenda berlanjut dengan peninjauan langsung di kawasan sekitar Kantor KADIN Sulsel. Kegiatan ini melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, antara lain Dinas Tata Ruang (Distaru), Dinas Pertanahan (Distan), dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).
Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi lapangan secara langsung. Hasilnya akan menjadi bahan pertimbangan dalam penataan kawasan sekaligus pengelolaan aset pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepastian Hukum Aset Jadi Kunci Iklim Investasi
Kehadiran Dinas Pertanahan dalam forum ini dinilai strategis. Penataan administrasi pertanahan dan kepastian hukum terhadap aset pemerintah menjadi fondasi penting bagi pembangunan daerah.
Di sisi lain, tata kelola aset dan kawasan yang tertib merupakan salah satu faktor yang dapat memperkuat iklim investasi di Makassar dan Sulawesi Selatan. Sinergi ini diharapkan berlanjut pada penataan kawasan yang lebih terintegrasi, bukan berhenti pada forum koordinasi semata.
Tokoh Bisnis dan Pengurus KADIN Pusat Hadir
Pertemuan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi dan konsolidasi sejumlah tokoh KADIN Sulsel. Selain Jusuf Kalla, hadir pendiri Bosowa, Aksa Mahmud, mantan Ketua KADIN Sulsel Zulkarnaen Arief, serta Ketua KADIN Sulsel Andi Iwan Darmawan Aras.
Turut hadir Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Hukum dan HAM serta Sarana/Prasarana KADIN Indonesia, M. Azis Syamsuddin, yang mewakili Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Novyan Bakrie.